Awas Bahaya Malware Android Masih Marak?

Ilustrasi gambar Smartphone Android terkena Malware. Dode lbs

VOTENEWS,ID, – Para sobat tekno perlu tau nih, meskipun Google Play Store memiliki sistem keamanan yang ketat, beberapa aplikasi berbahaya masih berhasil lolos. Hal ini terjadi karena teknik penyamaran malware android yang semakin canggih. Berikut beberapa metode umum yang digunakan:

Malware Berbasis Pembaruan
Aplikasi awalnya tampak normal dan berfungsi seperti biasa. Namun, setelah beberapa waktu, pembaruan yang diberikan membawa kode berbahaya. Contoh kasusnya adalah malware Joker, yang menyusup ke dalam aplikasi sah lalu diam-diam mendaftarkan pengguna ke layanan premium berbayar.

Social Engineering
Pengguna sering tertipu oleh iklan palsu yang menawarkan fitur premium gratis, peningkatan performa, atau bahkan aplikasi antivirus palsu. Contohnya, malware Xenomorph menyebar melalui aplikasi yang mengaku sebagai alat peningkatan sistem, tetapi sebenarnya mencuri data perbankan.

Malware Berbasis SDK
Beberapa pengembang aplikasi tanpa sadar menggunakan Software Development Kit (SDK) yang sudah disusupi malware. Misalnya, malware Goldoson ditemukan dalam beberapa aplikasi populer yang menggunakan SDK pihak ketiga, sehingga diam-diam mengumpulkan data pengguna.

Cara Mencegah Infeksi Malware
Untuk melindungi perangkat dari malware Android, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Hanya unduh aplikasi dari sumber terpercaya – Pastikan aplikasi berasal dari Google Play Store atau sumber resmi lainnya.
  • Periksa izin aplikasi – Hindari aplikasi yang meminta izin mencurigakan yang tidak relevan dengan fungsinya.
  • Baca ulasan pengguna – Cek komentar dan rating aplikasi sebelum mengunduh.
  • Gunakan keamanan tambahan – Instal antivirus atau fitur keamanan bawaan perangkat untuk mendeteksi potensi ancaman.
  • Perbarui sistem dan aplikasi secara rutin – Pembaruan perangkat lunak sering kali menutup celah keamanan yang bisa dimanfaatkan malware.

Malware Android terus berkembang dengan teknik yang semakin canggih, dari pembaruan berbahaya hingga manipulasi sosial. Meskipun Google Play Store memiliki sistem keamanan, pengguna tetap harus waspada. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko infeksi malware dapat diminimalisir secara signifikan.