VOTENEWS.ID, Pangkalpinang – Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM-Intelijen) terus mengawasi proyek strategis nasional di sektor pertambangan timah guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta mencegah potensi konflik sosial dan teknis di lapangan.
Hal ini ditegaskan oleh Prof. Dr. Reda Manthovani seusai acara Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama (NKB) antara PT Timah dan BUMDes/Koperasi di Gedung Serba Guna PT Timah, Kamis (20/3/2025). Ia menekankan bahwa Kejaksaan tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga berperan dalam mendukung kelancaran proyek strategis agar berjalan sesuai aturan.
“Kami memastikan bahwa proyek ini berjalan sesuai ketentuan hukum. Jika terdapat hambatan, kami akan mencari solusi bersama tanpa melanggar aturan,” ujar Prof. Reda.
Ia menyoroti peran PT Timah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertambangan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa seluruh pihak harus mematuhi regulasi guna menghindari dampak negatif, terutama yang berkaitan dengan pertambangan ilegal.
“Kami ingin masyarakat terlibat dalam proyek yang legal dan menghindari aktivitas pertambangan ilegal yang berisiko hukum,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Reda menegaskan bahwa Kejaksaan akan menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum. Namun, pihaknya lebih mengutamakan pendekatan preventif dengan mengedukasi masyarakat dan mendorong kerja sama yang sah.
Menanggapi adanya penolakan dari sebagian masyarakat terhadap pertambangan timah legal, ia tetap optimistis bahwa pemahaman mereka akan berubah seiring dengan manfaat yang diberikan proyek ini. “Kami berharap masyarakat memahami bahwa proyek ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan,” jelasnya.
Selain memastikan kepatuhan hukum, Kami juga mendorong perusahaan tambang untuk melakukan reklamasi demi menjaga kelestarian lingkungan. “Kami akan terus mengawasi pelaksanaan reklamasi agar ekosistem di Bangka Belitung tetap terjaga,” tegasnya.
Dengan pengawasan ketat, Kejagung menargetkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. “Kami mengajak semua pihak untuk menjaga legalitas dan memanfaatkan peluang ini dengan bijak demi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.