Korban Longsor di Tambang Timah Bangka Selatan Berhasil Dievakuasi

Evakuasi terhadap Syahril (L/50) warga gadung yang sebelumnya menjadi korban tanah longsor ditambang timah desa parit 2 bangka selatan.

VOTENEWS.ID, Bangka Selatan – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Syahril (50), warga Gadung yang menjadi korban tanah longsor di area pertambangan timah Desa Parit 2, Bangka Selatan. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada kedalaman lima meter di lokasi kejadian.

Proses pencarian dan evakuasi korban melibatkan alat berat dan beberapa pompa air guna mempercepat pencarian. Korban ditemukan pada pukul 11.30 WIB saat alat berat menggali hingga kedalaman lima meter. Setelah ditemukan, tim SAR Gabungan yang terdiri dari Rescuer USS Toboali, Babinkamtibmas Polres Bangka Selatan, BPBD Bangka Selatan, serta masyarakat setempat segera mengevakuasi korban ke rumah duka.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, menjelaskan, “Tim SAR Gabungan sejak kemarin sore hingga hari ini terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban. Upaya yang dilakukan meliputi pemompaan air yang menggenang cukup banyak di lokasi kejadian, serta bantuan alat berat untuk menggali area tempat korban tertimbun longsor.

Selanjutnya, korban kami serahkan kepada pihak keluarga. dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota SAR Gabungan yang terlibat dalam proses pencarian korban. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan menjaga keselamatan saat beraktivitas di mana pun.”

Peristiwa tanah longsor ini terjadi pada 3/02/2025, sekitar pukul 09.00 WIB. Saat kejadian, korban bersama rekannya, Harudin, tengah melakukan aktivitas pertambangan di sekitar lokasi. Pada pukul 11.00 WIB, Harudin melihat tumpukan tanah mulai berjatuhan dari atas dan segera mengajak korban untuk menepi ke tempat aman. Namun, sebelum sempat menyelamatkan diri, korban terlebih dahulu tertimpa dan tertimbun tanah longsor.

Rekan-rekan korban sempat melakukan upaya pencarian, tetapi hingga siang hari korban belum ditemukan. Akhirnya, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Pangkalpinang, yang kemudian mengerahkan Tim SAR Gabungan untuk melakukan pencarian dan evakuasi.